Janji 10 Juta, Warga Balalinor kecewa dengan Gubernur Sulawesi Barat


Mamuju - Sejumlah warga Balalinor, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar, kecewa dengan bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk korban kebakaran yang terjadi pertengahan tahun 2018. Senin (07/01/2019)

Warga kecewa dengan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, karena bantuan yang disalurkan tidak sesuai dengan janjinya saat mengunjungi korban kebakaran di Balalinor beberapa bulan yang lalu.

Menurut Korban Kebakaran Dahlia, Pak Gubernur dulunya berjanji akan memberikan bantuan senilai Rp.10 Juta per satu unit rumah yang mengalami rusak berat dampak dari kebakaran dan Rp.5 Juta, untuk yang mengalami rusak ringan.

Namun, realisasinya justru tidak demikian dengan apa yang diterima masyarakat korbar di Balalinor. sebab bantuan berupa dana pemulihan bangunan yang telah dijanjikan Gubernur dan telah disalurkan tersebut tidak merata.

 Nama-Nama Penerima Bantuan Korban Kebakaran Balalinor


"Bantuan yang disalurkan tidak rata dan tidak adil, sebab, ada yang mendapat Rp.10 juta, Rp.7 juta, bahkan Rp.3 juta untuk korban yang mengalami kerusakan berat," ujar Dahlia

 "Sementara ada yang mengalami rusak ringan justru mendapat Rp.5 juta" sambungnya.

 Dirinya menambahkan, Kami memprotes dan kami tidak menuntut, sebab Pak Gubernur sendiri yang bilang akan membantu Rp. 10 Juta untuk rumah yang mengalami rusak berat dan Rp.5 juta untuk rusak tingan.

 "Jujur kami korban kebakaran Balalinor bersyukur adanya bantuan ini, tapi kami juga kecewa," kesal Dahlia

 Sementara Lurah Binanga Irham Saleh yang menerima aduan warga korban kebakaran juga sangan menyayangkan, metode pembagian bantuan pemulihan Bangunan rumah dampak kebakaran di Balalinor, Kelurahan Binanga.

 Sebab menurutnya, metode pembagiannya terkesan tidak adil, karna ada warga yang juga mengalami kerusakan yang cukup parah hanya menerima Rp.3 juta, sementara yang rusak ringan justru mendapat Rp.5 juta.

 Bahkan informasi uang beredar di masyarakat terdapat salah satu warga korban kebakaran mengembalikan dana bantuan yang disalurkan pemprov karena tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh Gubernur.

 Irham Saleh mengharapkan bantuan yang disalurkan melalui badan penanggulangan bencana daerah Provinsi Sulbar, dievaluasi kembali, karena jika bantuan tidak merata kepada korban kebakaran, maka akan timbul pertanyaan di masyarakat serta akan menimbulkan permasalahan baru.

 

Sumber : http://www.rakyatta.co.id